
LIGA335 – Janice Tjen, petenis putri asal Indonesia, kembali mencetak sejarah dengan mencapai final WTA Sao Paulo 2025. Meski kalah dari Tiantsoa Rakotomanga Rajaona (Prancis) 6-3, 6-4, prestasinya menjadi bukti kebangkitan tenis putri Indonesia di kancah internasional.
Kiprah Janice Tjen di WTA Sao Paulo 2025
Janice tampil sebagai penerima wildcard di WTA 250 Sao Paulo. Ia mencuri perhatian dengan kemenangan beruntun tanpa kehilangan set hingga babak final:
- Babak pertama: Kalahkan Leolia Jeanjean 6-2, 6-3
- Babak kedua: Menang mudah atas Martina Okalova 6-1, 6-0
- Perempat final: Kalahkan unggulan ketiga Alexandra Eala 6-4, 6-1
- Semifinal: Singkirkan Francesca Jones 7-6(0), 6-3
- Final: Kalah dari Tiantsoa Rakotomanga Rajaona 6-3, 6-4
Dengan catatan ini, Janice menempati peringkat 103 WTA dengan rekor 63 kemenangan dari 12 pertandingan, menjadikannya salah satu petenis Indonesia berprestasi terbaru.
Debut Mengesankan di Grand Slam: US Open 2025
Sebelum Sao Paulo, Janice tampil di US Open 2025 sebagai debutan. Ia lolos kualifikasi dan mengalahkan Veronika Kudermetova di babak pertama sebelum kalah dari Emma Raducanu, juara US Open 2021. Penampilan ini menegaskan Janice sebagai pemain tunggal putri Indonesia yang patut diperhitungkan di level Grand Slam.
Prestasi Janice Tjen di Turnamen ITF dan Ganda Putri
Selain tunggal, Janice berprestasi di ganda putri:
- ITF W35 Arcadia, California 2025: Juara ganda bersama Aldila Sutjiadi
- ITF W35 Taipei & Luzhou 2025: Gelar tunggal dan ganda dengan Sohyun Park (Korea) dan Priska Nugroho (Indonesia)
- Asian Games 2022 & SEA Games: Medali perunggu ganda putri
Keberhasilannya di ITF menunjukkan konsistensi dan kesiapan Janice untuk naik ke level WTA lebih tinggi.
Janice Tjen, Simbol Kebangkitan Tenis Putri Indonesia
Janice mengikuti jejak Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja, legenda tenis putri Indonesia. Ia menjadi petenis Indonesia ketiga yang mencapai final WTA era Open, menandai pencapaian penting sejak era Angelique pada 2002.
Dalam 1,5 tahun terakhir, Janice meraih 13 gelar ITF tunggal dengan 100 kemenangan dari 113 pertandingan, memperkuat statusnya sebagai petenis Indonesia berprestasi di tingkat dunia.





